Tergusur Tren Smartwatch, Brand Swiss Alami Kemerosotan Angka Penjualan

Masih hangat diperbincangkan mengenai exhibition besar-besaran yang diselenggarakan di Baselword, Swiss, pekan lalu. Kalau pada biasanya brand ternama saling menyuarakan deretan koleksi jam tangannya guna meningkatkan angka penjualan di pasaran. Kini hal tersebut tak bisa diharapkan lebih oleh SWISS, brand jam tangan asal Switzerland tersebut,

Pasalnya, setelah tren Smartwatch semakin digandrungi lapisan masyarakat, angka penjualan Swiss Watches terus mengalami kemerosotan setelah selama lebih dari tiga dekade, ia berhasil merajai puncak penjualan jam tangan dan menghasilkan keuntungan hingga $ 20 Milyar.

Seperti yang dilansir federasi industri jam Swiss, tercatat laporan pada bulan Agustus tahun lalu, Swiss turun hingga 9 persen dan mengalami penurunan pendapatan hingga 1,4 Milyar. Lantas penurunan tersebut sudah terjadi berturut-turut selama hampir 1 tahun 2 bulan belakangan.

Tak hanya Swiss, bahkan Brand Swatch juga merasakan dampak dari tren jam tangan pintar yang kini menjadi primadona masyarakat. Diperkirakan, Swatch mengalami penurunan angka penjualan hingga sebesar 47 persen pada awal tahun lalu. Dan contohnya seperti bulan februari kemarin, ekspor brand Swiss turun hingga 10 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Pihak Swiss menyadari bahwa mungkin di tahun ini dan di tahun yang akan datang, masa keemasan Swiss akan mundur perlahan, mungkin periode keemasan Swiss pada tahun 2004 – 2012 tak’an terulang kembali.

Bahkan kabarnya, angka penjualan terus merosot akibat adanya krisis finansial dan lambatnya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok pada beberapa tahun belakangan. Bloomberg bahkan menungkapkan bahwa tahun ini adalah badai terberat bagi Swiss.

Hal tersebut diperkuat oleh adanya beberapa kampanye antikorupsi di Tiongkok selama beberapa waktu terakhir. Jelas, hal tersebut membuat permintaan jam tangan Swiss terus tergusur, dan parahnya lagi, saat ini tengah terjadi kenaikan laju harga emas di sana.

Sementara itu, Smartwatch juga ikut menggusur angka penjualan pasaran jam tangan Swiss. Bahkan pada awal 2016 kemarin, untuk yang pertama kalinya, angka penjualan Smartwatch mampu meloncati jam tangan Swiss.

Meskipun begitu, Apple Watch juga mampu merajai pasar jam tangan dunia dan masuk dalam deretan produsen jam terpopuler di dunia nomor dua, di bawah Rolex.

Menurut laporan dari Strategy Analytics, angka permintaan Smartwatch pada akhir tahun 2015 lalu mencapai 8,1 juta unit, jelas jumlah tersebut lebih tinggi daripada jam tangan Swiss yang hanya mencapai 7,9 Juta unit. Bahkan penjualan Smartwatch meningkat sebesar 316 persen daripada tahun lalu.

Dari angka 8,1 juta tersebut, sebanyak 5,1 juta adalah pemasukan untuk Apple inc. lalu 1,3 juta untuk Samsung, dan yang terakhir adalah produsen merk lain. Maka tak perlu heran bila kini Apple menduduki posisi kedua setelah Rolex.

Smartwatch kini digandrungi karena fitur jam tangan pintar itu sendiri yang serba bisa. meskipun disisipi baterai yang mudah panas, fitur seperti sensor detak jantung, pengukur jarak lari jogging, pemutar musik, penerima panggilan masuk, dan sms merupakan alasan mengapa penggunaan jam tangan pintar semakin disukai masyarakat di berbagai belahan di dunia.

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *