Konsep Awal dari Jam Tangan

In 1916, The New York Times Finally Admitted The Wrist Watch Is Here To Stay Feature Articles Pada awal abad ke-20, jam tangan atau wrist watch masih sering dianggap sesuatu yang tidak maskulin. New York Times juga pernah mengatakan jam tangan sebagai “silly ass fad” pada sekitar tahu 1910. Hal ini disebabkan karena pada jaman itu penggunaan jam di pergelangan tangan masih dianggap tidak maskulin dan malah lebih cenderung menampilkan sentuhan yang seba feminim. Penggunaan jam saku atau pocket watch dinilai jauh lebih manly. Jam tangan baru melonjak naik kepopulerannya saat tahun 1916. Pada era tahun 1916, ada 2 faktor yang mengubah persepsi masyarakat khususnya di daerah USA terhadap jam tangan, yaitu manufaktur jam tangan mulai banyak berdiri, sehingga kualitas dan durability dari produk jam tangan semakin diperhatikan dan para tentara perang dunia ke 1 dari USA sendiri mulai banyak yang memakai jam di pergelangan tangan.

Model jam tangan yang banyak digunakan di era perang dunia ke-1 yang dikenal dengan sebutan strap watch juga masih menunjukkan ciri yang feminim melalui model strapnya sendiri.

In 1916, The New York Times Finally Admitted The Wrist Watch Is Here To Stay Feature Articles

Sebenarnya, perkembangan produk dari jam tangan sendiri yang beredar pada era tahun 1900-an awal tidak dapat dibandingkan dengan jaman sekarang. Sudah pasti, di jaman sekarang, orang lebih memperhatikan design ketimbang dengan spesifikasi dari jam tangan itu sendiri. Hal ini dikarenakan produk jam tangan yang terbilang murah atau buatan kw sekalipun sudah mempunyai durability, seperti water resistance, yang sudah cukup baik dan dapat digunakan untuk daily activities dengan baik. Tapi berbeda dengan tahun 1900-an, dimana para manufaktur jam tangan masih menghadapi masalah-masalah yang sangat kompleks hanya untuk membuat jam tangan yang dapat bertahan di keadaan normal. Ditambah lagi, teknologi jam tangan yang belum memadai saat itu malah digunakan oleh tentara perang dunia ke-1, yang dimana, medan peperangan pastinya lebih keras dibandingkan dengan penggunaan jam tangan sehari-hari.

Sebagai contoh, lumpur, debu, hujan, merupakan musuh utama yang seringkali membuat movement tiak dapat bekerja semestinya. Hal ini bersumber kepada satu hal, yaitu kaca yang digunakan untuk jam tangan di jaman itu belum sedurable sekarang. Jenis kaca yang digunakan pada saat itu adalah kaca crystal. Jenis kaca yang tergolong masih berat, dan sangat rentan dengan goncangan ataupun benturan yang halus sekalipun. Kaca Crystal tidak digunakan lagi pada jam tangan sekarang. Jenis kaca yang saat ini banyak digunakan antara lain, minteral glass, sintetik sapphire glass, atau plastik sendiri. Sehingga untuk jam tangan yang sekarang ini beredar, sangat jarang didapati kaca jam tangan yang dapat pecah berkeping-keping saat terbentur.

Salah satu inovasi yang ditawarkan oleh Constant Girard, yang nantinya akan berkembang menjadi brand Girard Perregarux, jam tangan mewah kelas swiss made yang sekarang sudah terkenal, menawarkan solusi terkait dengan kaca yang serba traditional ini. Produk keluarannya dilengkapi dengan metal grid yang tak lain berfungsi untuk melindungi semaksimal mungkin benturan yang dapat terjadi. Selain itu, seiring berjalannya waktu, dikembangkan juga salah satu jenis kaca yang dikenal dengan sebutan Celluloid Glassyang berasal dari material yang berasal dari tumbuhan secara alami, yang dinilai lebih praktis dibandingkan kaca traditional. Tapi lama-kelamaan, kaca celluloid ini bersifat mudah terbakar dan tidak bisa digunakan untuk keadaan yang ekstrem, seperti winter atau musim salju sendiri. Sudah pasti, penggunaan celluloid glass sangat tidak dapat diperuntukkan bagi para tentara di medan tempur sekalipun.

Sekalipun masih belum terdapat konsep jam tangan yang baik, penggunaan jam tangan atau strap watch masih jauh lebih disukai, ketimbang jam tangan saku, atau pocket watch. Karena bagi para tentara, jam tangan yang terdapat di pergelangan tangan, lebih efektif dan mudah, saat ingin digunakan. Kemudahan itu didorong karena para tentara seringkali memakai kedua tangannya dalam setiap waktu, seperti untuk memikul senjata yang berat, dan menunggang kuda. Pengunaan jam tangan saku dinilai tidak praktis karena harus dikeluarkan setiap saat, dan dinilai masih terlalu formal.

Kebiasaan penggunaan jam tangan di pergelangan tangan ini terbawa sampai tahun 1918, dimana perang dunia pertama sudah selesai. Sehingga kebiasaan penggunaan jam tangan di pergelangan tangan yang dulunya diperuntukkan bagi kaum wanita, mulai didesign untuk para pria dengan model yang lebih manly. Sejak saat itu, industri jam tangan mulai naik dan real innovation terus dikembangkan. Mulai dari jenis bahan, teknologi, dan kualitas yang digunakan. Karena produk jam tangan saat itu masih serba primitive. Berbeda dengan jaman sekarang dimana inovasi yang ada hanya sekadar, design, packaging, dan produk sendiri, dimana semua akhirnya bersumber kepada satu hal, yaitu marketing produknya sendiri. Mungkin salah satu produk jam tangan yang dikenal sudah layak akhirnya datang dari Rolex pada tahun 1926, dimana produk legendaris mereka sampai sekarang yaitu, Oyster Watch pertama kali diluncurkan.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agen Judi Online Terpercaya

Mainkan Poker Online, SBOBET & Casino Online Judi Online Dapatkan Jackpot senilai ratusan juta rupiah hanya di Iconwin.com

Judi Online